Ini adalah bagian ke-3 dari tulisan saya tentang sinusitis. Tulisan pertama bercerita tentang bagaimana saya mendapatkan gejala penyakit ini, sedangkan tulisan kedua berkisah tentang pemeriksaan kondisi penyakit tersebut kepada dokter spesialis THT. Tulisan bagian akhir ini akan menceritakan tentang bagaimana proses penyembuhan selama mengkonsumsi obat dan bagaimana kondisi setelah pengobatan. So, stay tuned…
#SELAMA PENGOBATAN (SEMINGGU SETELAH PERIKSA KE DOKTER)
Apa saja obat yang saya terima?
Setelah berkonsultasi dengan sang dokter, saya diresepkan beberapa obat berikut untuk 1 minggu (saya kasih deh penjelasan ringkas tentang masing-masing obatnya
- Klindamisin: merupakan suatu antibiotik (obat yang dapat membunuh bakteri/kuman) golongan linkosamid. Saya diresepkan obat ini karena, barangkali, saya mengalami infeksi pada rongga sinus sehingga timbul gejala dari penyakit sinusitis. Infeksi merupakan salah satu penyebab peradangan rongga sinus yang sangat umum. Selain infeksi, penyebab sinusitis yang lain adalah alergi dan juga kelainan struktural.
- Rhinos SR (karena apoteknya nggak punya stok, maka obat tersebut kemudian diganti menjadi obat dengan merek Aldisa SR, komposisi obatnya sama kok): merupakan obat kombinasi yang mengandung loratadin dan pseudoefedrin. Loratadin adalah antihistamin (mirip dengan CTM tapi tanpa efek samping kantuk) sedangkan pseudoefedrin adalah dekongestan (untuk mengatasi hidung tersumbat). Awalnya saya agak kurang yakin apakah saya alergi sehingga dikasih antihistamin, ternyata belakangan saya sudah dapat menyimpulkan bahwa Continue reading