Yang ilmiah tentang Tali Putri (Cassytha filiformis L.)
(kegunaan dan penelitian ilmiah tentang tali putri)
Namanya tali putri dan aslinya dari daerah Hawai. Diberi nama “tali” karena bentuknya yang memang seperti tali (tapi kalo diliat lebih dekat, ternyata lebih dari sekedar tali). Tapi kata “putri” datangnya dari mana ya…? Padahal perangainya jauh dari bagaimana seorang putri seharusnya. Ia parasit, dan bahkan pembunuh. Berbeda kontras dengan Indonesia, dunia barat memberi nama tanaman ini sesuai dengan perangainya: devil’s hair “rambut setan” *hii… syereeem… Overall, apapun namanya, kita memang harus membuka mata bahwa tanaman ini juga punya manfaat.
Secara tradisional, tanaman tali putri sudah digunakan untuk berbagai tujuan pengobatan, seperti mengatasi kanker, untuk mempermudah proses kelahiran (salah satunya untuk mengurangi nyeri kelahiran), mengatasi gonorrhea (baca: raja singa), dan juga untuk mengobatai demam dan inflamasi. Penggunaan tradisional ini (sama halnya dengan penggunaan tanaman obat lainnya) sudah selayaknya membutuhkan dasar ilmiah untuk terciptanya pemanfaatan yang lebih nyata dan rasional.
Ada beberapa khasiat yang sudah dikenal dari tanaman ini (berdasarkan buku Atlas Tanaman Obat 4, Dr. Setiawan Dalimartha):
- Meridian hati dan ginjal (apa ya maksudnya?)
- Pembersih darah (apa ya istilah medisnya?)
- Antipiretik (meredakan demam)
- Antiinflamasi (meredakan bengkak/radang)
- Diuretik (menigkatkan pengeluaran urin)
- Hemostatis (keseimbangan darah)
Beberapa penelitian ilmiah sudah dilakukan sehubungan dengan tali putri. Dari penelitian seputar bidang ekologi diketahui bahwa tanaman ini mempunyai semacam indra penciuman yang dapat mendeteksi keberadaan tanaman lain yang bisa ia singgahi untuk kemudian ditumpangi dan menjadi parasit. Kemudian adalagi yang mengemukakan bahwa ternyata tanaman tali putri ini mempunyai klorofil, berbeda dengan apa yang diyakini sebelumnya bahwa tanaman ini tidak berklorofil sama sekali.
Dalam bidang farmasi dan obat-obatan, penelitian ilmiah tentang tali putri juga tidak kalah banyaknya, dan sudah dilakukan dari beberapa dekade yang lalu.
# Kandungan kimia
Sejauh ini, sudah dapat dikenal belasan senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman tali putri, terutama alkaloid (lebih khusus lagi: aporphin alkaloids). Komponen-komponen alkaloid tersebut sebagian besarnya adalah bersifat sitotoksik (antikanker), antiplatelet aggregation (anti pembekuan darah), Beberapa di antaranya yang sudah dikenali adalah:
- Ocoteine
- Cassythine = cassyfiline
- Catafilin
- Neolistine
- Dicentrine
- Actinodaphnine
- beberapa senyawa lain yang belum berhasil diisolasi
# Uji toksisitas
Salah satu pengujian ilmiah yang penting untuk dilaksanakan dalam rangka pemanfaatan bahan alam sebagai obat adalah uji toksisitas. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui derajat keamanan suatu tanaman/ ekstrak tanaman untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut menjadi obat. Uji toksisitas ini dilakukan dengan melihat pengaruh pemberian tanaman obat terhadap perubahan fisiologis dan biokimia pada hewan uji.

Tali putri, ternyata tidak tali melulu, bahkan ada bunganya juga...
Uji toksisitas terhadap tanaman tali putri yang sudah dilakukan oleh para ahli menyimpulkan bahwa ekstrak tanaman ini:
- Tidak mempengaruhi SGOT dan SGPT
- Menyebabkan penurunan alkalin pospatase secara signifikan
- Tidak mempengaruhi elektrolit, bilirubin, kreatinin, dan kadar glukosa
- Mempengaruhi efek-efek hiperkkolesterolemia
- Menurunkan berat badan, ginjal, jantung, dan paru-paru
- LD50 oral lebih dari 500 mg/kgBB
# Penelitian lanjutan?
Meskipun mempunyai beberapa aktivitas farmakologis yang cukup menjanjikan, terutama aktivitas antikankernya, ternyata proses penelitian dan pengujian tanaman ini belum sampai pada tahap uji klinik. Dan sepertinya masih banyak penelitian ilmiah yang dapat dan perlu dilakukan untuk pemanfaatan yang lebih optimal. Mari kita tunggu, atau menjadi pelaku…
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
*awalnya tanaman ini adalah objek penelitian saya beberapa tahun yang lalu, tapi dibatalkan karena ada objek yang lebih promising hehe…
Posted on March 13, 2010, in Think Pharmacy and tagged anti kanker, Cassytha filliformis, khasiat tali putri, obat tradisional, ocoteine, penelitian obat, tali putri, tanaman obat anti kanker, vasorelaxant. Bookmark the permalink. 9 Comments.









makasih infonya, lumayan buat nambah2 referensi. soalnya saya lagi nyusun skripsi tentang tali putri ini, dan memang selain dalam bidang farmakologi ternyata dapat berguna dalam bidang mikrobiologi..
Yepp, you are welcome.
Btw, kalo mau dijadikan daftar pustaka, mending baca aja jurnalnya ya… *maksudnya jangan halaman ini yang dijadikan daftar pustaka, karena tidak memenuhi persyaratan untuk dijadikan referensi tulisan ilmiah
hai hai
salam kenal, saya ridho dari UGM
menarik sekali tentang tali putri
saya juga sedang mencari apa yang bisa digali dari tali putri untuk ditinjau lagi,, MUNGKIN efek antiinflamasinya
apakah anda memiliki jurnal ilmiah yang berkaitan dengan tali putri
terima kasih
Hello Ridho…
Ya alhamdulillah saya punya beberapa
HAI SAYA ridho yang kemaren…..
Maaf,,jika tidak keberatan, saya bisa lihat jurnalnya?
itu menyangkut tentang apanya ya?
jika berkenan, mohon dikirim ke ridho_good@yahoo.com
terima kasih banyak,,,
Check your inbox. I ‘ve just sent the files…
Alhamdulillah filenya udah saya terima…
makasih banyak ya mas yori
sedang berkenalan dengan anda…
maaf jadi merepotkan…
semoga ini bisa menambah networking saya dan anda dan bisa menjadi teman yang baik
terima kasih
ridho
oh ya emailnya udah saya balas juga
cek email juga ya
makasih
ridho
Pingback: “Terima kasih siswa SD yang nakal” « Yori Yuliandra | think like a learner