koleksi foto Rumah Gadang di Payakumbuh, Sumatera Barat
Salah satu search engine terms yang hampir selalu ada pada site stat blog ini adalah kata “rumah gadang”. Maksudnya, pencarian kata “rumah gadang” di search engine (misalnya: Google.com) boleh jadi akan menghantarkan pengguna internet untuk sampai pada website ini. Padahal, seingat saya hanya ada satu tulisan yang ber-keyword-kan rumah gadang, yaitu tulisan gak penting tentang baralek gadang. Khawatir pengunjung akan kecewa ketika mendapati hanya ada tulisan nggak penting pada hasil pencarian mereka, maka berikut saya hadirkan:
KOLEKSI FOTO RUMAH GADANG SUMATERA BARAT
Saya yakin sekali bahwa kebanyakan kita beranggapan bahwa rumah adat Minangkabau (disebut Rumah Gadang) adalah seperti yang bisa kita jumpai di TMII:

Rumah Gadang di TMII
Atau mungkin seperti Rumah Gadang yang terdapat di Istana Basa Pagaruyung, Batusangkar

- Rumah Gadang “Istana Basa Pagaruyung” di Batusangkar, Sumbar
Padahal, kalau kita lihat di habitat aslinya di Sumatera Barat, sebenarnya bentuk, ukuran dan warna rumah gadang tersebut sangat bervariasi sehingga cukup susah untuk diklasifikasikan. Selain itu, rumah bergonjong (mempunyai gonjong *itu tuh, atap yang runcing-runcing seperti itu) yang bukan rumah gadang juga banyak ditemui. Ngomong-ngomong tentang gonjong, konon pasukan Sekutu tidak berani menurunkan pasukan penerjunnya dari pesawat lantaran khawatir nanti mendarat di gonjong rumah gadang ini. Hehe…
Berikut adalah foto-foto rumah gadang dan rumah bagonjong yang terdapat di daerah Payakumbuh dan Kab. 50 Kota.
Lihat tuh, rangkiangnya masih ada, bahkan 2 buah...
- Rumah gadang yang berjejer, plus parabola yang mulai mengambil perannya
Lho, ini kok ada orangnya...?
Gambar yang ini sepertinya diambil dari atas motor yang sedang berjalan *pasti malas berhenti
Gambar yang ini juga, di shoot dari jarak tidak ideal...
Ini rumah gadangnya masih full ukuran, tapi sudah menggunakan atap seng
Rumah Gadangnya tidak begitu gadang (besar), tapi sudah digabungkan dengan bangunan permanen di sebelahnya. Kombinasi seperti ini cukup banyak ditemui
Rumah gadang yang cukup asri secara lokasi, plus ada rangkiangnya.
Berapa ya umurnya...? Sepertinya sudah memasuki masa "lansia"
Unik, rumah gadang dengan 3 gonjong, plus bagian depan yang ditembok (tidak semuanya dari kayu)
"Hari yang cerah untuk menjemur di depan Rumah Gadang"
Tiga gonjong, bangunan permanen di sebelahnya, plus 2 parabola
Yang ini juga sudah berumur. Mudah-mudahan bisa survive
2 gonjong, dan sangat sederhana
Lumayan polos tanpa cat, sayangnya kurang jelas...
Jejeran Rumah Gadang beserta rangkiangnya yang saling berhadapan
Tuh lihat kan...? Ternyata rangkiangnya juga ada beberapa jenis. Masing-masing bentuknya juga punya filosofis tersendiri lho.
Ini sepertinya merupakan kantor adat
Rumah gonjong tampak belakang
Ini rumah gonjong yang sangat membatu *apasih*
Rumah gonjong yang digunakan sebagai balai adat
Yang ini sepertinya juga sebuah balai pertemuan, atau mungkin balai kesenian
Siapa yang ngambil nih gambar…?
Oh ya, perlu saya sampaikan bahwa keseluruhan foto rumah gadang ini diambil oleh seorang saudara di daerah Payakumbuh dan Kab. 50 Kota, yaitu ketika mengunjungi daerah-daerah pedalaman di kota/kabupaten tersebut untuk suatu keperluan. Sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih kepada sang potograpernya (yang telah mengikhlaskan foto-fotonya diambil tanpa ijin dari Picasa Web Album beliau *lho*), maka berikut kita tampilkan: SANG POTOGRAPER
sang potograper (baca: photographer)
Mengapa saya tertarik dengan gambar rumah gadang ini…?
Mungkin tidak ada alasan yang sangat spesial, kecuali bahwa saya sebagai manusia yang lahir dan dibesarkan di rumah gadang (dan setiap bulan pulkam ke rumah gadang) merasa sedikit punya perhatian terhadap rumah gadang yang mungkin saat ini sudah agak susah ditemukan. Kabarnya untuk mengoleksi gambar sebanyak ini, sang potograper harus hunting seharian ke pelosok-pelosok Kabupaten 50 Kota. Selain itu, bangunan rumah gadang yang masih bertahan saat ini pun juga sudah memasuki usianya yang puluhan tahun, kayu yang sudah lapuk dimakan masa, atap yang sudah bocor dan katirisan. Atau bahkan mungkin pemilik yang sudah tidak lagi perhatian dengan rumah gadang-nya (mungkin karena sudah punya rumah baru) sehingga menelantarkan rumah gadangnya.
Saya juga termasuk orang yang sangat care terhadap Rumah Gadang. Nggak percaya…
Nih buktinya…
+++++++++++++++++++++++++++
Update tentang Rankiang
Rangkiang adalah bangunan kecil yang terdapat di depan rumah Gadang. Rankiang berfungsi sebagai tempat menyimpan padi. Satu rumah gadang bisa memiliki 1 atau beberapa rangkiang. Secara fisik, bangunan rangkiang terbagi menjadi 4 jenis: yaitu Rangkiang Sitinjau Lauik, Sibayau-bayau, Sitangguan Lapa, dan Rangkaing Kaciak. Masing-masing rangkiang ini memiliki fungsi yang berbeda dan juga mempunyai filosofis yang berbeda.
Pada saat ini, rangkiang mungkin sudah jarang digunakan dan mungkin juga sudah sulit ditemukan. Di rumah kami di Payakumbuh, rangkiangnya pun sudah dirubuhkan beberapa tahun yang lalu karena sudah lapuk dan juga sudah tidak digunakan lagi *plus biar lebih leluasa melihat rumah gadang dari depan

Spertinya saat ini rumah gadang memang sudah banyak yg di biarkan begitu saja oleh pemiliknya sehingga banyak yg di telan masa, padahal rumah gadang sebenarnya sangat cocok dengan keadaan geografis sumbar. Hidup rumah gadang
the last picture must be yours rite?
hahah…
one word that i don’t know the meaning –> ‘rangkiang’
???!!
(Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
Saya selalu tertarik dengan arsitektur rmah gadang. Terutama bentuk atapnya
rumah gadangnya bagus2 banget ditambah sang fotografer yang ngambilnya juga emang bagus ngambil gambarnya(salut untuk sang fotografer..)…..namun maunya ada penjelasan tentang filosofis rangkiangnya kok ada yang 1 ,2,3,4, dst….pasti foto rumah gdg terakhir rumahnya uda ya?hm..asri..
wuah..rumah gadangnya unik – unik, apalagi gonjongnya
setiap kali denger kata “rumah gadang” secara otomatis membayangkan pakaian adat minang
Wah aku pernah tuh masuk ke “istana basa pagaruyung” itu, tapi udah lama banget, waktu aku kelas 4 SD. Kira-kira isinya masih sama ga ya?
tahun 2007 lalu Istana Basa Pagaruyung ludes setelah mengalami kebakaran hebat, tepatnya 27 Feb 2007. Tapi saat ini, pembangunan kembali istana tersebut sudah hampir rampung dan sudah bisa dikunjungi…
Bentuknya secara fisik tidak jauh berbeda, hanya saja yang sekarang ini sepertinya lebih bagus
Pingback: BARALEK GADANG MODE: ON « Yori Yuliandra | think like a learner
setau saya dulu, rumah gadang itu yg atap runcing2 gitu..
atap rumah gadang seperti topinya si bang mahdit si topi lancip……………heheheh
aku suka post ini
salam persahabatan
Mulai hari ini ada Kuis Bang Aswi … ^_^
Pingback: “Sapa Menyapa Sahabat” « BayuPutra
tulisan pd foto terakhir artinya apaan Uda ????
pengemasan artikel yang sangat menarik …
apabila diakhiri dengan gambar yang ,,, hmmm …
mohon perbanyak artikel semacam ini untuk wawasan nusantara kita ,,,
^_^
salam ukhuwah dari 4antum …
Wah….,foto2nya banyak dan lengkap sekali mas brow, negeri kita emang kayak akan ragam budaya nya.
rumah Gadang … bagus sekali …
terus lestarikan rumah adat .. agar tidak di klaim oleh tetangga sebelah.
Saya suka sekali .. foto-fotonya besar-besar dan lengkap jadi dilihatnya enak .. dan jelas.
Wow…subhanallah…. ternyata ada banyak sekali klasifikasi rumah gadang….
dan semuanya bagus-bagus!!
*takjub*
Saya baru tahu…. makasih atas infonya, Mas Yori.
Assalamu’alaikum.
Mohon maaf, dengan sangat bangga sebelumnya ana telah me-link blok abang di:
http://widodosaputrajundullah.blogspot.com/
Mohon izinnya, jika tidak izin segera konfirmasi ke alamat di atas. Syukron..
(Jika tidak ada konfirmasi ana anggap setuju bang)
asw da yori..
tu manga bfoto2 rumah wak tu..haahahaha..
lai jw main k ampang godang da? hihi
nice post da. ^^
Seneng mas liat foto-fotonya, berasa jalan-jalan di sumbar…. rangkiang itu tempat nyimpan padi ya? atau apa fungsinya?
mancaliak rumah gadang,,
taragak kampuang jadinyo
wooooooooooooooowwwww keren om
bisa jadi referensi orang2 yang nyari gambar rumah gadang di google
Indahnyo rumah gadang itu. Hehehe. Berarti kalau di PAdang, orang-orang udah banyak yang bangun rumah biasa ya? Hmm, sayang sekali.
Pingback: Award Dariku Untuku Untukmu | vulkanisir.com
Setelah tak lagi ada yang Komen, potograper mw lewat.
*jadimaludipajang2gitu.
Banyak sejarahnya, kali aja ntar di psoting tentang ini semua. Tapi ntar tinmggal di link kesini aj. biar gak capek.
sepertinya kalo atapnya nusuk perut,sakit kali ya
#pikiran yg aneh#
Pingback: Payakumbuh: The town where I grew up « Yori Yuliandra | think like a learner
Pingback: Payakumbuh: The town where I grew up « Yori Yuliandra | think like a learner
Pingback: Payakumbuh: The town where I grew up « Pharmacy English Club's Zone
Pingback: Weekly Photo Challenge: Home « Yori Yuliandra | think like a learner
Pingback: Horn-like roof « Blog Archive « Yori Yuliandra | a photo blog
viki pernah jalan2 ke istana pagaruyung batu sangkar yg baru, tapi waktu itu pembangunannya belum selesai. Hnya bs melihat dari jauh