Selezat apakah?

Investigasi terhadap kanibalisme pada binatang

Bekerja dengan hewan percobaan membuat saya semakin sadar akan satu hal penting yang membedakan kita manusia dengan hewan, yaitu bahwa manusia tidak pernah memakan bayi yang mereka lahirkan sendiri, setidaknya sejauh ini.

Fakta tentang kanibalisme pada mencit/tikus percobaan sebenarnya sudah cukup lama saya ketahui, baik melalui baca-baca maupun dari pengalaman sendiri. Awalnya, beberapa tahun yang lalu,  ada kejadian aneh dimana saya menemukan salah satu di antara hewan tersebut mati dalam keadaan mengenaskan, dimana bangkainya hanya tinggal separuh badan. Awalnya kepikiran buat menginterogasi teman-teman sekandangnya, tapi apa daya bahasa kita tidaklah sama. Pada kesempatan lain, saya menjadi bertanya-tanya ketika bayi-bayi hewan percobaan ini yang sehari sebelumnya masih berjumlah 11 ekor ternyata tinggal 8 ekor saja di pagi hari itu. Setelah diamati wajah-wajah dan ekspresi ayah ibunya kelihatannya sama saja, tak ada guratan wajah yang menyiratkan bahwa mereka sudah membunuh anak mereka. Sampai akhirnya saya berkesimpulan bahwa kelak saya akan menemukan momen yang tepat untuk melihat bagaimana mereka lakukannya.

Tak pelak lagi, aksi kanibalisme tersebut akhirnya datang juga di pelupuk mata. Dan pengamatan saya beberapa hari lalu tersebut adalah hal yang paling mencengangkan belakangan ini. Ritual kanibalisme tersebut berhasil saya saksikan dengan mata kepala sendiri *dan direkam juga pastinya.  Mereka memakan bayi yang baru saja lahir, dan mereka memakannya dengan lahap dan kelihatannya lezat *selezat apakah??? :mrgreen:

Setelah browsing kesana kemari, saya temukan beberapa penjelasan tentang mengapa mencit/tikus percobaan memakan bayi yang baru saja mereka lahirkan. Sebenarnya penjelasan ini butuh penjelasan lagi, karena kurang begitu jelas. Tapi bolehlah… Berikut diantaranya:

  • akibat stress/ dalam tekanan akibat faktor internal dan eksternal
  • merasa tidak mempunyai air susu (ASI) yang cukup untuk bayinya
  • merasakan bahwa bayi tersebut tidak sehat
  • tidak mempunyai makanan yang cukup

Kembali ke topik, sejauh ini kita memang belum mendengar ada seorang ibu yang memakan anaknya sendiri yang baru saja ia lahirkan. Namun kasus ibu yang membuang dan menelantarkan anak yang mereka lahirkan sepertinya sudah menjadi berita harian. Kita mungkin tidak bisa menyalahkan hewan percobaan yang sering memakan satu atau beberapa ekor bayi yang baru mereka lahirkan. Setidaknya mereka punya alasan ilmiah yang belum sepenuhnya terpecahkan. Tapi untuk manusia, sepertinya kita tidak akan pernah bisa menemukan alasan yang tepat untuk berbuat sedemikian.

Oh ya, satu lagi. Ternyata kanibalisme pada mencit dan tikus tidak hanya terjadi antara dewasa dengan bayi-bayi mereka, tetapi juga antara mencit/tikus dewasa yang satu dengan yang lainnya. Dugh, nih hewan perilakunya binatang amat yaa… :lol:

36 thoughts on “Selezat apakah?

  1. Pertama, saya mohon maaf mas karena tidak mengklik videonya. Bukan karena apa tapi karena saya sudah cukup merinding dengan ilustrasi kalimat2 nya. Kedua, saya :oops: fobia denga hewan kecil ini.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. saya pernah dengar, mereka memakan anaknya karena mereka begitu mencintai anaknya, mereka ingin melindungi anak mereka dari pengaruh luar, mungkin mereka takut anaknya jadi bahan percobaan juga.. hehe

    salam kenal mas..

    btw kok byk kata “mereka” yags ???

  3. sepertinya banyak alasan yg sama dg manusia ya, atau mungkin manusia justru belajar dari mereka, untuk melindungi anaknya dari bahaya ya bunuh sendiri saja .. cukup menyeramkan ..

    salam sukses :)

  4. Jantan (Ayahnya) yang makan duluan ndak Da?

    Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, si betina akan memakan plasenta, kulit ari dan sisa-sisa melahirkannya.
    Kalau si jantan memakan anak biasanya dengan alasan takut disaingi kalau sudah besar nanti.

  5. Yang saya tahu burung parkit juga bisa seperti itu. Walaupun tidak dimakan. Tapi mereka akan membunuh anaknya sendiri jika merasa keadaan tidak aman. Saking cintanya dengan anaknya dan tidak rela kalau mereka diapa-apakan sama orang luar, makanya dibunuh.

    Beruntung kita tercipta sebagai manusia. Soalnya pasti serem kalau menemui kejadian seperti ini:

    A: Aku akan membunuhmu
    B: Mengapa?
    A: Karena aku mencintaimu
    B: Hah?!
    A: Aku juga akan memakanmu
    B: Apa?!
    A: Karena aku sangat mencintaimu

    Tidak! Kiamat aja deh!

  6. Saya coba klik, apadaya modem nggak sesuai perintah majikannya, malah mogok. :p

    Ngeri ya, tapi masih penasaran pengen lihat. Mudah-mudahan nggak lupa balik lagi kalo koneksi sudah memadai..

  7. Hmm… mungkin itu salah satu cara mengeliminasi anak yang tidak sehat. Dari pada besarnya nanti cacat, mending dimatiin aja, hehe…
    Eh, jadi eneg euy :mrgreen:

  8. wow.. saia udh sering liat tapi yg sedeteil ini baru kali ini loh mas.. *takjub

    terakhir liat tikus temen yang ngelahirin anak2 cacat loh. oh yaaa si sely itu loh..tapi akhirnya selly juga memakan anak2nya kr kondisi fisiknya yg cacat ……..

    akhirnyaaaaa…selly juga meninggal >>>>>>>

    hmmmm.. kalo analisa saia sih…sely meninggal kr eklamsi….

    kasian loh mas…. hiks

    *tissue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s