Berapa modem yang anda punya?

(2011 dalam angka)

Mengamati perkembangan layanan internet di negeri ini membuat kita sadar akan beberapa hal. Pertama, bahwa persaingan pasar dalam penyediaan layanan internet masih sangat besar dan cukup kompetitif, terbukti dengan iklan komersial yang sangat gencar di media cetak maupun elektronik (sebenarnya saya pengen tau berapa belanja iklan mereka). Kedua, Negara kita belum bisa menyediakan fasilitas internet gratis bagi warganya. Atau, kalaupun gratis rasanya masih mustahil, setidaknya internet murah lah… Wong di negara sana aja sudah banyak internet gratisan, dan itu speednya kenceng. Di sini? udah berbayar, eh lemot pulak… Ketiga, dari beberapa provider internet yang kita punya hari ini, memang tidak ada provider internet yang sempurna. Sempurna di mata pelanggan tentu saja layanan internetnya bagus (stabil, kencang, sinyal merata), tetapi harganya MURAHHH *maunya. Selalu ada kekurangan…

catatan: Paragraf di atas saya tulis ketika “mode pengamat” saya lagi on.

Tulisan ini sebenarnya adalah Continue reading

Anda 1-144?

82 words

Sebenarnya agak pegal juga rasanya tangan ini untuk menulis sesuatu di halaman ini saat ini. Apa pasal coba? *bahasanya tidak seperti biasanya **mungkin karena tangan yang pegal menyebabkan pergeseran setelan bahasa :mrgreen: Penyebabnya adalah sejak beberapa hari yang lalu saya terborgol oleh suatu halaman website yang gimanaaa gitu… :?: Karena susah mendeskripsikannya sebaiknya liat aja sendiri di sini

Ya, itu adalah website untuk menguji seberapa cepat anda bisa mengetik. Dan saya sudah mencobanya berkali-kali Continue reading

Blog Training

Computer ClassSaya termasuk orang yang cukup berbahagia untuk hal yang satu ini. Ya, ketika punya kesempatan untuk mengadakan blog training kecil-kecilan. Entah mengapa, rasanya senang saja ketika punya kesempatan berbagi meskipun sedikit, kesempatan untuk peduli meskipun dalam masa sulit *lho, maksudnya…? Ya, senang saja. Alahamdulillah

Sebenarnya saya sudah beberapa kali melaksanakan training kecil-kecilan seperti ini. Jumlah pesertanya pun juga tidak terlalu banyak, kadang cuma 3 orang bahkan. Nah, dari beberapa kali pelaksanaannya, saya sebenarnya sudah harus melaksanakan evaluasi, terutama dalam hal teknis dan metode. Dan salah satu metode evaluasi yang mungkin cukup efektif untuk dilaksanakan adalah dengan meminta usulan dan saran dari para pengunjung sekalian :) Dibantu yaa…

Begini kronologisnya…

Continue reading

Blogger Universitas Andalas

(membangun komunitas, meningkatkan popolaritas)

Menulis dan beropini merupakan kegiatan saintifik yang sepertinya harus senantiasa kita budayakan. Berbagai proses interconnected yang mutlak diperlukan dalam menulis merupakan suatu proses pembelajaran tersendiri bagi siapa saja, termasuk orang-orang kampus (baca: civitas academica). Untuk dapat menulis, seseorang mestilah harus sering membaca. Tidak hanya sampai di sana, ia pun juga harus mampu mengejawantahkan wacana yang ia miliki dengan struktur yang baik untuk kemudian menuliskannya dengan rapi dan mudah difahami, dan juga menarik.

Bagaimanapun, proses pembelajaran dan pendidikan orang-orang kampus (dosen dan mahasiswa) sepertinya kurang lengkap jika mereka tidak berusaha untuk menulis, paling tidak, menuliskan apa yang mereka pelajari.

Webometric

Webometric merupakan salah satu parameter penilaian kualitas dan rangking universitas-universitas di seluruh dunia.  Continue reading

Kumpulan penyesalan para wisudawan

(dedicated to those who try to finish his/her undergraduate study)

Judulnya lumayan menggelikan dan bikin penasaran (pasti pengen baca sampai akhir kan…? *kepedean…). Tapi saya harus kasih tau dari awal bahwa ini hanyalah keisengan belaka. Tapi meskipun iseng, saya tetap berusaha untuk realistis dan berdasarkan data dan pengalaman di lapangan :D

Pada dasarnya, empat atau lima tahun kuliah seharusnya cukup untuk beberapa hal, sekaligus. Dinamika yang ada di kampus merupakan suatu peluang yang sangat menguntungkan bagi siapa saja, terutama mahasiswa, untuk dapat mengaktualisasikan diri mereka dan mempercepat proses pematangan mereka. Kampus ibarat suatu laboratorium pengembangan diri mahasiswa yang sangat kompleks. Suatu labor yang siap untuk mereaksikan potensi-potensi yang ada dengan pereaksi-pereaksi yang sudah tersedia.

Diharapkan dengan membaca “kumpulan penyesalan para wisudawan” ini, kita bisa memanfaatkan dinamika yang ada dan waktu yang masih tersisa sebelum berhasil menamatkan perkuliahan. Berikut adalah beberapa penyesalan yang cukup populer disesalkan oleh fresh graduate dari kampus:

1. Menyesal karena IPK < 3,00 Continue reading