“Maaf, Ibu sedang hamil..?”

Pertanyaan seperti ini mungkin terkesan (agak) vulgar untuk dilontarkan kepada seseorang, namun harus saya tekankan bahwa terkadang hal ini menjadi wajib untuk ditanyakan kepada seorang pasien *asalkan jangan ditanyakan kepada pasien laki-laki saja… Hehe…

pregnancy-tipsIni adalah salah satu pertanyaan yang saya lemparkan dalam suatu konseling obat kepada seorang pasien ibu paruh baya beberapa waktu yang lalu, yakninya dalam rangkaian acara Bakti Farmasi XXVII yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas di salah satu daerah pedalaman di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Sebenarnya tidak terlalu pedalaman juga, namun barangkali juga tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa daerah ini adalah daerah pedalaman karena di sana tidak ada sinyal telepon seluler sehingga kita lost contact dengan dunia luar selama 3 hari. Oops, melenceng dari tema yah?? Open-mouthed smile

Dalam acara yang rutin dilaksanakan oleh fakultas Farmasi tersebut, panitia mengangkatkan serangkaian kegiatan bakti kesehatan dan salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam pemeriksaan kesehatan ini, kita sebagai apoteker mengambil peran dalam urusan kefarmasiannya, yaitu dalam hal mempersiapkan obat dan menyerahkannya kepada pasien. Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah konseling dan pemberian informasi obat kepada pasien. Pada hari itu, saya menerima seorang pasien yang Continue reading

Butuh perspektif yang lebih baik

Rasanya baru kemaren saya menulis sesuatu tentang the world no tobacco day, dan hari itu (31 Mei) telah datang lagi di tahun ini, hari tanpa tembakau sedunia. Adakah yang berbeda antara kebijakan tentang rokok tahun lalu dengan yang ada detik ini? Mungkin, sejujurnya, kita tidak melihat signifikansi progresnya.

Ini adalah tentang bagaimana suatu negara melindungi warga negaranya. Kalaulah negara kita memang serius mau melindungi warganya dari bahaya rokok yang memang tidak terbantahkan, semestinya usaha yang dilakukan membuahkan hasil, whatever it takes. Saya juga belum pernah mendengar (atau jangan-jangan memang saya yang tidak tau) kunjungan kerja anggota DPR RI ke luar negeri untuk meninjau bagaimana negara-negara lain bisa sukses dalam melindungi warga negaranya dari penjajahan rokok yang maha dahsyat, pun sekali. Kalaulah seandainya bapak-bapak kita di sana sudah pernah melakukannya, kita tetap masih bertumpu pada hasilnya? Ahh… saya tidak akan berlanjut mengkritisi pemerintah. Sejujurnya, Continue reading

Ada apa dengan antibiotik?

*What’s special in antibiotic

Di antara beberapa kelas obat yang digunakan di dalam dunia kesehatan hari ini, obat antibiotik bisa dikatakan sebagai obat yang paling populer dan paling banyak mendapat sorotan. Dibandingkan dengan teman-temannya yang lain, obat antibiotik selalu mendapat perhatian lebih. Bahkan tahun 2011 ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali menegaskan bahwa penggunaan obat antibiotik harus kembali “diperketat” karena penyakit infeksi kembali menjadi ancaman berat bagi kelangsungan hidup manusia.

Mungkin banyak di antara kita yang bertanya-tanya mengapa obat antibiotik ini sering menjadi pembahasan, atau mengapa ia begitu spesial. Padahal obat-obat lain juga tak kalah pentingnya, seperti antikanker, analgetik, antidepresan, dan banyak lagi. Simak penjabaran berikut ini.

Penyakit infeksi dan antibiotik: tinjauan sejarah ringkas

Sebelum dimulainya penggunaan obat-obat antiinfeksi oleh ras manusia, penyakit infeksi merupakan penyakit yang sangat Continue reading

Efek Samping Obat

*tulisan ini menjawab beberapa pertanyaan seputar efek samping obat

side effectObat yang kita minum akan memberikan khasiat terhadap tubuh dalam menyembuhkan penyakit. Setelah mengalami proses absorbsi (penyerapan obat ke dalam aliran darah), maka obat akan didistribusikan ke seluruh tubuh untuk kemudian memberikan efeknya terhadap tubuh. Sebagai contoh, suatu obat rematik seperti Piroksikam, dimana obat ini akan meredakan radang dan nyeri persendian yang terjadi pada keadaan rematik. Namun sebagai akibat dari efek piroksikam ini adalah kemungkinan terjadinya iritasi dan  nyeri pada lambung. Nah, dengan demikian kita dapat melihat dua jenis efek obat yang berbeda yaitu: efek meredakan gejala radang dan nyeri rematik (dimana efek ini kita sebut sebagai efek utama, atau disebut juga khasiat); dan efek lainnya berupa terjadinya iritasi pada lambung (ini yang disebut efek samping, yaitu efek obat selain efek utama).

Adverse Drug Reactions (ADR)

Dalam terminologi yang dipakai secara global, efek samping obat yang kita pahami hari ini diistilahkan dengan Adverse Drug Reactions (ADR). Badan kesehatan dunia (WHO) memberikan penjelasan tentang istilah ini

ADR is any response to a drug that is noxious and unintended and that occurs at doses normally used in humans for prophylaxis, diagnosis, or therapy of disease, or for the modification of physiological function.

Nih tak transletin –> Efek samping obat adalah Continue reading

Drug Related Problem (DRP)

ask pharmacistnb: yang peduli kesehatan wajib baca:mrgreen:

Pernahkah anda sakit kemudian berobat dan ternyata penyakit anda tidak sembuh sesuai dengan harapan? Jika pernah, boleh jadi anda sedang berhadapan dengan Drug Related Problem (DRP). Secara ilmiah dan dengan pemikiran rasional sederhana, jika proses pemeriksaan (baca: diagnosa) dari dokter benar, dan obat yang anda gunakan juga benar, maka insya Allah anda pasti sembuh. Jadi kalau proses penyembuhan anda tidak sesuai dengan bagaimana seharusnya, boleh jadi ada yang salah dalam proses pengobatannya (baca: ada sesuatu yang tidak beres dengan obat yang anda  minum)

Drug Related Problems (DRP)

Secara sederhana, DRP dapat kita defenisikan sebagai “permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan obat”. Saya tegaskan lagi: semua-mua permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan obat. Permasalahan ini merupakan salah satu faktor utama yang dapat menghambat penyembuhan anda dari penyakit. Tidak hanya memperlambat, DRP ini ternyata dapat juga memberikan penyakit tambahan, atau akibat buruk lainnya yang tidak diinginkan. Continue reading

The World No Tobacco Day: Kita harus berbuat

http://www.rante.com.au/wordpress/wp-content/uploads/lil-smoker.jpgSeperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, saya tidak begitu suka ber-deal dengan yang namanya rokok termasuk membahas dan menulis segala sesuatu yang berkaitan dengannya (dengan satu alasan sederhana bahwa kita butuh solusi yang lebih powerful daripada sekedar berwacana *meskipun berwacana juga penting, awalnya). Namun, khusus hari ini sepertinya ada yang kurang pas kalau saya tetap diam adem ayem ketika dunia kembali mengajak kita semua untuk berfikir rasional terhadap rokok dan tembakau. Hari ini, 31 Mei yang merupakan hari anti tembakau sedunia, sebenarnya adalah momen yang tidak boleh terlewatkan bagi siapa saja untuk memerdekakan diri dari penjajahan tembakau.

Mengutip tulisan seorang teman di jejaring sosial:

Bayangkan, bangsa sebesar ini masih tak mampu menilai apakah rokok itu menyehatkan atau menyengsarakan. Bangsa yang katanya telah berada pada arah yang benar ini, masih belum dapat menyadari bahaya rokok. Karena itu tak usah heran jika iklan rokok masih berseliweran di tempat umum dan media massa. Continue reading