Rasanya baru kemaren saya menulis sesuatu tentang the world no tobacco day, dan hari itu (31 Mei) telah datang lagi di tahun ini, hari tanpa tembakau sedunia. Adakah yang berbeda antara kebijakan tentang rokok tahun lalu dengan yang ada detik ini? Mungkin, sejujurnya, kita tidak melihat signifikansi progresnya.
Ini adalah tentang bagaimana suatu negara melindungi warga negaranya. Kalaulah negara kita memang serius mau melindungi warganya dari bahaya rokok yang memang tidak terbantahkan, semestinya usaha yang dilakukan membuahkan hasil, whatever it takes. Saya juga belum pernah mendengar (atau jangan-jangan memang saya yang tidak tau) kunjungan kerja anggota DPR RI ke luar negeri untuk meninjau bagaimana negara-negara lain bisa sukses dalam melindungi warga negaranya dari penjajahan rokok yang maha dahsyat, pun sekali. Kalaulah seandainya bapak-bapak kita di sana sudah pernah melakukannya, kita tetap masih bertumpu pada hasilnya? Ahh… saya tidak akan berlanjut mengkritisi pemerintah. Sejujurnya, Continue reading
