Siapakah yang lebih durhaka?

(Perbandingan sederhana antara kedurhakaan manusia dan setan)

Jika dibandingkan antara manusia dengan setan, siapakah yang lebih durhaka kepada Allah…?

Kalau seseorang mengajukan pertanyaan di atas kepada kita, mungkin secara spontan kita akan menjawab bahwa si setan-lah yang lebih durhaka. Dan mungkin kita akan memperkuat lagi argumen tersebut dengan ayat-ayat Al Qur’an tentang betapa murkanya Allah SWT kepadanya. Misalnya ketika ia diperintahkan bersujud kepada Adam dan ia menolak seraya menyombongkan diri. Sampai kemudian Allah melaknat sang setan seumur hidupnya.

Meskipun demikian, kita perlu melihat dengan fair bahwa kita, manusia, juga punya potensi kedurhakaan yang sangat besar dan kadang mendominasi dalam diri kita. Meskipun itu juga akibat pengaruh di bisikan setan, tapi setidaknya kita punya pilihan untuk mengiyakan atau menidakkan bisikan tersebut. Dan betul, kita punya kuasa untuk itu.

Alkisah, zaman dahulu setan sering menampakkan diri Continue reading

“Bunuhlah aku di dekat batu itu…!”

Pernahkah kau dengar peribahasa “buah durian jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”…? Kalo belum pernah berarti inilah pertama kalinya kau membaca peribahasa yang tidak cukup bermakna ini (unless you read the rest of this posting)

Lelaki itu sekarang sudah menjadi ayah. Beberapa anak pun sudah lahir dari rahim istrinya. Dia pun sibuk bekerja dan mengurus rumah tangganya. Semuanya ia laksanakan tanpa beban dan sepertinya mereka hidup cukup bahagia.

Namun ada satu hal yang cukup mengganggu ketenteramannya. Seseorang yang sering membuatnya kesal, emosi, dan marah: ayahnya. Ya, ayahnya yang tua renta itu sudah memasuki usia senja. Sang ayah yang sakit-sakitan adalah penghalang bagi kebahagiaan kehidupan rumah tangganya. Baginya, ayahnya sudah tidak memberikan manfaat apa-apa, selain membikin susah seisi keluarga.

Rasa kesal yang kian hari kian bertambah akhirnya menghantarkannya kepada emosi yang Continue reading