(2011 dalam angka)
Mengamati perkembangan layanan internet di negeri ini membuat kita sadar akan beberapa hal. Pertama, bahwa persaingan pasar dalam penyediaan layanan internet masih sangat besar dan cukup kompetitif, terbukti dengan iklan komersial yang sangat gencar di media cetak maupun elektronik (sebenarnya saya pengen tau berapa belanja iklan mereka). Kedua, Negara kita belum bisa menyediakan fasilitas internet gratis bagi warganya. Atau, kalaupun gratis rasanya masih mustahil, setidaknya internet murah lah… Wong di negara sana aja sudah banyak internet gratisan, dan itu speednya kenceng. Di sini? udah berbayar, eh lemot pulak… Ketiga, dari beberapa provider internet yang kita punya hari ini, memang tidak ada provider internet yang sempurna. Sempurna di mata pelanggan tentu saja layanan internetnya bagus (stabil, kencang, sinyal merata), tetapi harganya MURAHHH *maunya. Selalu ada kekurangan…
catatan: Paragraf di atas saya tulis ketika “mode pengamat” saya lagi on.
Tulisan ini sebenarnya adalah Continue reading
Komentar dan pertanyaan sejenis ini sepertinya cukup sering saya terima beberapa hari belakangan. Kalimat-kalimat chattingan tersebut memang tidak mengharuskan saya menjawab. Tapi, baru-baru ini pertanyaannya sudah mulai menjurus dan cenderung menusuk *lebay*. Pertanyaannya sudah sampai kepada jenis pertanyaan yang mengharuskan kita menjawab (emang ada ya jenis pertanyaan kek gini.. hiii.. belajar dimana ya?). Pertanyaannya seperti ini: “Pake apa onlinenya Yor?, Mahal gak? Speednya gimana..? dll…” Yang menjadi masalah adalah, teman-teman yang bertanya bukannya satu-dua, tapi hampir semua (weleh weleh.. masak iya semua…?)