“Maaf, Ibu sedang hamil..?”

Pertanyaan seperti ini mungkin terkesan (agak) vulgar untuk dilontarkan kepada seseorang, namun harus saya tekankan bahwa terkadang hal ini menjadi wajib untuk ditanyakan kepada seorang pasien *asalkan jangan ditanyakan kepada pasien laki-laki saja… Hehe…

pregnancy-tipsIni adalah salah satu pertanyaan yang saya lemparkan dalam suatu konseling obat kepada seorang pasien ibu paruh baya beberapa waktu yang lalu, yakninya dalam rangkaian acara Bakti Farmasi XXVII yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas di salah satu daerah pedalaman di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Sebenarnya tidak terlalu pedalaman juga, namun barangkali juga tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa daerah ini adalah daerah pedalaman karena di sana tidak ada sinyal telepon seluler sehingga kita lost contact dengan dunia luar selama 3 hari. Oops, melenceng dari tema yah?? Open-mouthed smile

Dalam acara yang rutin dilaksanakan oleh fakultas Farmasi tersebut, panitia mengangkatkan serangkaian kegiatan bakti kesehatan dan salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam pemeriksaan kesehatan ini, kita sebagai apoteker mengambil peran dalam urusan kefarmasiannya, yaitu dalam hal mempersiapkan obat dan menyerahkannya kepada pasien. Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah konseling dan pemberian informasi obat kepada pasien. Pada hari itu, saya menerima seorang pasien yang Continue reading

Efek Samping Obat

*tulisan ini menjawab beberapa pertanyaan seputar efek samping obat

side effectObat yang kita minum akan memberikan khasiat terhadap tubuh dalam menyembuhkan penyakit. Setelah mengalami proses absorbsi (penyerapan obat ke dalam aliran darah), maka obat akan didistribusikan ke seluruh tubuh untuk kemudian memberikan efeknya terhadap tubuh. Sebagai contoh, suatu obat rematik seperti Piroksikam, dimana obat ini akan meredakan radang dan nyeri persendian yang terjadi pada keadaan rematik. Namun sebagai akibat dari efek piroksikam ini adalah kemungkinan terjadinya iritasi dan  nyeri pada lambung. Nah, dengan demikian kita dapat melihat dua jenis efek obat yang berbeda yaitu: efek meredakan gejala radang dan nyeri rematik (dimana efek ini kita sebut sebagai efek utama, atau disebut juga khasiat); dan efek lainnya berupa terjadinya iritasi pada lambung (ini yang disebut efek samping, yaitu efek obat selain efek utama).

Adverse Drug Reactions (ADR)

Dalam terminologi yang dipakai secara global, efek samping obat yang kita pahami hari ini diistilahkan dengan Adverse Drug Reactions (ADR). Badan kesehatan dunia (WHO) memberikan penjelasan tentang istilah ini

ADR is any response to a drug that is noxious and unintended and that occurs at doses normally used in humans for prophylaxis, diagnosis, or therapy of disease, or for the modification of physiological function.

Nih tak transletin –> Efek samping obat adalah Continue reading

Sebelum makan atau sesudah makan?

(tentang waktu yang tepat untuk meminum obat)

time to take medicationKetika anda demam dan memutuskan untuk meminum obat antipiretik seperti parasetamol, maka normalnya anda akan merasakan keadaan tubuh yang membaik beberapa saat kemudian. Antipiretik merupakan golongan obat-obat yang memberikan efek penurunan suhu tubuh yang biasanya ditandai dengan produksi keringat yang lebih banyak. Jadi seandainya suhu tubuh pada kondisi demam adalah 38,5 C akan diturunkan kembali ke arah normal misalnya menjadi 37. Nah, saya punya pertanyaan:

Pernahkah anda menghitung selang waktu antara meminum obat parasetamol sampai munculnya efek penurunan suhu tubuh tersebut? Berapa menitkah kira-kira…?

Yang pasti, ketika selesai meminum tablet parasetamol tersebut suhu tubuh tidak langsung turun kan? Harus menunggu beberapa saat dulu kan? *dari tadi nanya terus… Nah, saya hanya mau menegaskan bahwa semua obat, apapun bentuk dan khasiatnya, tanpa terkecuali, harus melalui serangkaian proses tertentu di dalam tubuh terlebih dahulu dan Continue reading